Prosesi Naik Mahligai
Nini Mamak beserta Alim Ulama di Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, mengadakan kegiatan “Naik Mahligai”, Kamis 13 juni 2019.
Acara Naik Mahligai sebuah tradisi warisan budaya nenek moyang masyarakat Minangkabau, khususnya Nagari Padukuan. Naik Mahligai ini digelar pada bulan Syawal, biasanya setelah beberapa hari lebaran.
Apa itu Mahligai?
Mahligai identik artinya singgasana tempat duduk raja raja, namun disini Mahligai itu digunakan untuk tempat duduknya ulama saat berdakwah menyampaikan tausyiah.
Masyarakat Minang, maupun pembesar negeri waktu dulu sangat menghormati dan mencintai ulamanya. Dengan ulama syiar kehidupan beragama dapat berkembang di negeri ini.
Rancang bangun Mahligai ini terbuat dari bahan kayu dan bambu. Memiliki Empat tiang Penyangga, dengan ketinggian sekira Empat (4) M. Atapnya dari kain warna kuning dan diatas ada payung. Dinding Mahligai dibuat dari anyaman daun pinang muda dan diujung--ujungnya diikatkan uang dua ribuan hingga sepuluh ribuan, dan di sertai juga dengan berbagai macam Buah-buahan, dan makanan ringan, hal ini melambangkan sebagai simbol Alam. Bertujuan sebagai ucapan terima kasih dari masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Diatas Mahligai memiliki ruang lebih kurang sekitar Satu (1) M. Menjelang puncak Mahligai, diletakkan bebagai macam sajian yang dapat dinikmati secara bersama-sama.
Sebelum prosesi Naik Mahligai di mulai, Masyarakat beserta Ninik mamak, lengkap dengan busana kebesarannya.
Ninik mamak dan Alim ulama
Panghulu Rajo, Katiek, Imam, Bilal dan Dubalang, dan Pemuka masyarakat lainnya di Nagari Padukuan melakukan doa bersama dan makan jamba (jamuan) bersama di Mesjid, Diiringi dengan bacaan Takbir, arak–arakan pun di mulai dari mesjid menuju Naik Mahligai, dimulai dari jenjang Mahligai pertama, Kutbah mulai di baca hingga selesai. Selain dari Kearifan Lokal serta adat istiadat masyarakat di Nagari Padukuan. Adapun maksud dan tujuan dari Naik Mahligai tersebut adalah melambangkan kekompakan para pemangku Adat istiadat yang syarat akan sejarah di alam minangkabau, yang berlandaskan Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah. Naik Mahligai yang bertemakan “ANAK DI PANGKU, KAMANAKAN DI BIMBING” di Nagari Padukuan tersebut hanya diadakan Tiga tahun berturut--turut.
Arak - arakan Pemangku Adat
Pada tahun pertama dengan Tiga (3) anak tangga, Tahun ke Dua memiliki Lima (5) anak tangga dan yang ke Tiga memiliki Tujuh (7) anak tangga, dengan bervariasi nya tingkat--tingkat anak tangga tersebut, menyimbolkan bahwa di selingkup Adat istiadat yang ada di Nagari, BERJENJANG NAIK, BERTANGGA TURUN. Itu lah sebuah makna yang di maksud, dan setelah itu di Istirahat kan selama Tiga tahun kedepan, begitu seterusnya.
Makan Jamba
Naik Mahligai ini sebuah Simbol, melambangkan kekompakan Pemangku Adat istiadat serta Alim ulama, dalam Nagari dan tetap melestarikan budaya sisa peninggalan leluhur terdahulu dan menyatu dengan Alam untuk tetap di jaga dan di warisi ke Anak kemenakan.(Raffy Nusantara).
CINTA ASUNGAN
Cerpen
Kamis, 13 Juni 2019
Senin, 11 Maret 2019
Masyarakat Nagari Padukuan Sepakat Mekarkan Jorong
Sepakat 5 Jorong, di mekar jadi 9 Jorong
Masyarakat Nagari Padukuan Kecamatan Koto Salak Dharmasraya sepakat 5 jorong akan dimekar jadi 9 jorong. November 14, 2017
Hal ini disampaikan Yani ketua pemekaran jorong kepada awak media ini bahwa seluruh unsur nagari Padukuan sudah sepakat dan kompak adanya pemekaran dari 5 jorong menjadi sembilan jorong.
Adapun jorong yang ada saat ini adalah jorong Jorong Padukuan, Jorong Padang Rampak, Jorong Padang Tangah 1, Jorong Padang Tangah 2 dan Jorong Padang Tangah 3.
Sedangkan 4 Jorong yang akan mekar adalah Jorong Sungai Rumbai, Jorong Sungai Kasok, Jorong Sungai Bungin dan Jorong Sungai Bungur.
” Pemekaran jorong initelah sesuai dengan syarat dan ketentuan pemekaran tentang desa menurut UU nomor 6 Tahun 2014, sedangkan jumlah penduduk pun sudah sesuai menurut pasal 8 Undang Undang Desa ” ujar Yani.
” Masyarakat Nagari Padukuan sepakat dilakukannya pemekaran nagari guna mempercepat peningkatan kwalitas pelayanan publik serta memoercepat pembagunan di Nagari Padukuan.” sambungnya.(Raffy Nusantara).
Masyarakat Nagari Padukuan Kecamatan Koto Salak Dharmasraya sepakat 5 jorong akan dimekar jadi 9 jorong. November 14, 2017
Hal ini disampaikan Yani ketua pemekaran jorong kepada awak media ini bahwa seluruh unsur nagari Padukuan sudah sepakat dan kompak adanya pemekaran dari 5 jorong menjadi sembilan jorong.
Adapun jorong yang ada saat ini adalah jorong Jorong Padukuan, Jorong Padang Rampak, Jorong Padang Tangah 1, Jorong Padang Tangah 2 dan Jorong Padang Tangah 3.
Sedangkan 4 Jorong yang akan mekar adalah Jorong Sungai Rumbai, Jorong Sungai Kasok, Jorong Sungai Bungin dan Jorong Sungai Bungur.
” Pemekaran jorong initelah sesuai dengan syarat dan ketentuan pemekaran tentang desa menurut UU nomor 6 Tahun 2014, sedangkan jumlah penduduk pun sudah sesuai menurut pasal 8 Undang Undang Desa ” ujar Yani.
” Masyarakat Nagari Padukuan sepakat dilakukannya pemekaran nagari guna mempercepat peningkatan kwalitas pelayanan publik serta memoercepat pembagunan di Nagari Padukuan.” sambungnya.(Raffy Nusantara).
Selasa, 19 Februari 2019
SORE DI PUNCAK TAMBUN DHARMASRAYA--SUMBAR
Dharmasraya
Sore ini, Selasa 19/02/2019
Di Hujung sore nan kelabu...
Sesayup mata memandang...
Bunga-bunga Cinta di Relung hati nan merindu....
Cuaca yang mendung membuat kami hanya santai di atas ketinggian Puncak Tambun atau di sebut juga Pesona Alam Dharmasraya (Samudra di atas awan).
Kebisuan menyelimuti kami berdua, Hanya dentingan Guitar yang sekali terdengar.
"Sudah bulatkah keputusan mu Rani....?" Kata ku memecahkan kebisuan ini.
"Yach..." Jawabnya singkat.
"Apakah tidak ada jalan lain...?" kata ku lagi.
"Ada..." Jawabnya.
"Lalu kenapa harus pergi, sekarang kan masih dalam suasana libur..." Pinta ku.
"Kerana ini jalan terbaik bagi kita" Jawabnya sambil menatap ku lekat-lekat. Aku tak kuasa membalas tatapannya.
"Kapan kamu berangkat...?"
"Besok" jawabnya singkat.
"Secepat itu...?" Pekik ku lagi.
"Yach,,, Selamat tinggal Raffy, semoga kamu dapat melanjutkan Aktifitas mu Seorang Jurnalis, Peduli terhadap Suku Anak Dalam(SAD) dan Meneruskan Petualangan mu untuk Mengembangkan Destinasi Wisata yang terdapat di setiap Sudut Nusantara, yang pasti bermanfaat buat orang banyak" Ucapnya rada sembab.
"Selamat Jalan Rani, semoga Cita-cita mu tercapai jadi seorang Dokter yang Profesional, Dari Universitas Radboud Nijmegen-Nederland Sana"
Aku tak kuasa menahan Air mata ku, Entah sampai kapan kami harus bertemu lagi. Sebenarnya jauh di lubuk hati ku, namun apa daya, demi aktifitas yang jauh berbeda, hingga membuat kami jauh terpisah, antara Indonesia - Belanda.
Aku merasakan sesuatu yang hilang.....
Yach.....Aku merasa kehilangan mu.
Aku akan merindukan mu.
Salam hangat buat mu selalu....
Minggu, 06 Januari 2019
MESUM DI PERKEBUNAN
SELAMATKAN REMAJA DARI PERBUATAN MAKSIAT
Orang-orang di kota Besar seperti Jakarta, Boleh saja berbangga dengan banyaknya tempat hiburan dan tempat Wisata.
Sementara di Kampung atau di Desa-desa tidaklah banyak tempat yang dapat di Kunjungi dan di Nikmati untuk melepas kejenuhan dari keseharian berutinitas. Maka banyak kalangan anak muda, memanfaatkan Perkebunan dan Persawahan sebagai tempat Berwisata.
Selain biayanya murah, juga tidak terlalu menarik kecurigaan pihak berwenang seperti Satpol PP, ataupun Pimpinan Desa/Nagari. Alhasil, Semak belukar yang telah di sulap menjadi Perkebunan dan Sawah oleh Bapak Tani tersebut menjadi ramai dikunjungi Kalangan muda mudi, maupun yang masih berpendidikan SLTP dan SLTA.
Suara Tawa hahaa--hihihii selalu terdengar dari belasan remaja yang datang dari berbagai tempat di Desa--desa. Suasana seperti ini bagi-sebagian insan amat menyejukan dan membuat pikiran lebih rileks. Tidak masalah jikalau hanya Duduk-duduk santai sekedar menikmati keindahan Alam serta memandang lepas kearah perkebunan serta Hijau nya Hamparan Sawah yang terbentang luas.
Namun, banyak dari kalangan mereka bertindak tak sewajarnya (mesum), seperti : Pelukan, Ciuman, bahkan bila suasana sesuai, beberapa dari mereka bertindak lebih dari itu. Dengan posisi masih duduk di atas sepeda motor, Dua anak manusia berbeda kelamin tersebut, tampak menempel ketat bak Perangko.
Dua insan itu tampak Acuh tak acuh, ketika ada orang lain yang berjalan perlahan dan menatap mereka dalam waktu lama. Pelukan sang Cowok pada si Wanita yang mengenakan KERUDUNG asal--asalan, bukannya di lepas sebagai tanda masih memiliki rasa malu. Yang terjadi pada diri Dua insan itu malah sebaliknya. Pelukan di pererat dan hanya menatap kosong orang melihat nya. Entahlah, mereka pikir seolah-olah Dunia milik mereka berdua. Yang menjadikan mereka tidak peduli dengan Alam sekitarnya. Keasyikan mereka tidak pernah merasa terusik maupun terganggu oleh manusia lain, apa lagi oleh Nyamuk sebagai Drakula penghisap Darah.
Itu hanya sedikit pemandangan dan suasana di Perkebunan dan di Pinggir sawah yang di jadikan sebagai tempat Memadu Kasih (Pacaran) oleh Kawula muda remaja. Jika memberanikan Diri melongok kedalam Pondok--pondok yang terdapat di Pinggir Sawah maupun Pondok--pondok di perkebunan tersebut sering tampak Bergoyang. Entahlah apa yang dilakukan oleh Oknum anak muda tersebut, namun entah sampai kapan pula perkebunan dan persawahan ini akan Terbebas berakhir dari pelaku maksiat atau mungkin inilah Konsekwensi yang harus di terimah Perkebunan dan Persawahan. Yang Pasti, mari kita saling bahu membahu menertipkan Prilaku anak muda, Peran orang tua sangat penting untuk memantau Prilaku setiap anaknya.
Orang-orang di kota Besar seperti Jakarta, Boleh saja berbangga dengan banyaknya tempat hiburan dan tempat Wisata.
Sementara di Kampung atau di Desa-desa tidaklah banyak tempat yang dapat di Kunjungi dan di Nikmati untuk melepas kejenuhan dari keseharian berutinitas. Maka banyak kalangan anak muda, memanfaatkan Perkebunan dan Persawahan sebagai tempat Berwisata.
Selain biayanya murah, juga tidak terlalu menarik kecurigaan pihak berwenang seperti Satpol PP, ataupun Pimpinan Desa/Nagari. Alhasil, Semak belukar yang telah di sulap menjadi Perkebunan dan Sawah oleh Bapak Tani tersebut menjadi ramai dikunjungi Kalangan muda mudi, maupun yang masih berpendidikan SLTP dan SLTA.
Suara Tawa hahaa--hihihii selalu terdengar dari belasan remaja yang datang dari berbagai tempat di Desa--desa. Suasana seperti ini bagi-sebagian insan amat menyejukan dan membuat pikiran lebih rileks. Tidak masalah jikalau hanya Duduk-duduk santai sekedar menikmati keindahan Alam serta memandang lepas kearah perkebunan serta Hijau nya Hamparan Sawah yang terbentang luas.
Namun, banyak dari kalangan mereka bertindak tak sewajarnya (mesum), seperti : Pelukan, Ciuman, bahkan bila suasana sesuai, beberapa dari mereka bertindak lebih dari itu. Dengan posisi masih duduk di atas sepeda motor, Dua anak manusia berbeda kelamin tersebut, tampak menempel ketat bak Perangko.
Dua insan itu tampak Acuh tak acuh, ketika ada orang lain yang berjalan perlahan dan menatap mereka dalam waktu lama. Pelukan sang Cowok pada si Wanita yang mengenakan KERUDUNG asal--asalan, bukannya di lepas sebagai tanda masih memiliki rasa malu. Yang terjadi pada diri Dua insan itu malah sebaliknya. Pelukan di pererat dan hanya menatap kosong orang melihat nya. Entahlah, mereka pikir seolah-olah Dunia milik mereka berdua. Yang menjadikan mereka tidak peduli dengan Alam sekitarnya. Keasyikan mereka tidak pernah merasa terusik maupun terganggu oleh manusia lain, apa lagi oleh Nyamuk sebagai Drakula penghisap Darah.
Itu hanya sedikit pemandangan dan suasana di Perkebunan dan di Pinggir sawah yang di jadikan sebagai tempat Memadu Kasih (Pacaran) oleh Kawula muda remaja. Jika memberanikan Diri melongok kedalam Pondok--pondok yang terdapat di Pinggir Sawah maupun Pondok--pondok di perkebunan tersebut sering tampak Bergoyang. Entahlah apa yang dilakukan oleh Oknum anak muda tersebut, namun entah sampai kapan pula perkebunan dan persawahan ini akan Terbebas berakhir dari pelaku maksiat atau mungkin inilah Konsekwensi yang harus di terimah Perkebunan dan Persawahan. Yang Pasti, mari kita saling bahu membahu menertipkan Prilaku anak muda, Peran orang tua sangat penting untuk memantau Prilaku setiap anaknya.
Kamis, 03 Januari 2019
MENENGOK TEMPAT WISATA SOLOK DAN DHARMASRAYA
Hunting Tempat Wisata di SOLOK dan DHARMASRAYA
Melakukan kegiatan di alam bebas, Beragam kisah seru tertuang di dalamnya. Banyak hal yang luar biasa dapat kita temukan, membuat kita belajar dan berpikir untuk menyelesaikan sebuah petualangan atau menyudahinya dengan rasa yang terbayar oleh Keindahan. Jejak Petualang ku di Awal Tahun Baru 2019 ini, kali ini aku berkunjung ke Kota yang cukup terkenal dengan Beras nya atau sering di sebut (BAREH SOLOK) Yaitu ke Kabupaten SOLOK--SUMATERA BARAT.
Ada pun Destinasi Wisata serta Taman Rekreasi yang aku Kunjungi pada Selasa 01 Januari 2019 sebagai Berikut.
1). DANAU KEMBAR
2). ALAHAN PANJANG RESORT
3). PESONA KEBUN TEH
4). TAMAN ARO SUKA
5). TAMAN SAINS PERTANIAN
6). TAMAN HUTAN KOTA WISATA
7). TAMAN SYEHC KUKUT
Dan Banyak lagi tempat wisata Alam lainnya yang dapat membuat Hati kita Berdecak kagum di Kabupaten Solok, Seperti: DANAU SINGKARAK, PANORAMA ARIPAN--PUNCAK GOBAH, dsb. Persona Alam nya yang Indah, Udaranya nan Sejuk, membuat tak cukup rasanya bila hanya sekali saja datang kesana.
Kaki Gunung Talang Solok
Begitu juga halnya saat bila kita menoleh pandang ke arah Kaki Gunung Talang, disanalah kita dapat melihat Hamparan Sawah yang terbentang luas, sesayup mata memandang serta Budi daya Perkebunan Sayur Mayur. Seperti: Kentang, Bawang, Cabe, Tomat, Brokoli, Kol/Kubis, Kale, Wortel, Ubi, Talas, Kacang--Kacangan, dsb.
Tak cukup sampai disitu, Berbagai Jenis Buah--Buahan segar juga terdapat disini, Seperti: Markisa, Pokat, Stroberi, Ceri, Blue berry, Kersen, Terong Pirus/Belanda, dll.
Pesona Alam dan Bumi yang Subur Kabupaten Solok memang sungguh memukau mata, Tentu saja sebagai Masyarakat Kota SOLOK khususnya, Takan pernah Haus akan tempat Berlibur, Berekreasi ataupun hanya sekedar Refresing untuk melepas kejenuhannya sehari--hari.
Tak lepas dari itu, Aku melihat Beberapa Rombongan Pendaki Gunung terlihat ketawa ketiwi Penuh canda, Turun dari Puncak Gunung Talang Menyudahi Petualangan nya. Mereka.tampak Riang menikmati keindahan Alam nan Asri.
Melihat Kebersamaan mereka, aku pun jadi teringat pada masa dahulu di saat aku juga Pecinta Alam, dan Sering Muncak juga seperti mereka. Tak Sabar rasa nya, Lantas ku Dekati Rombongan tersebut, Mereka berasal dari berbagai Penjuru Daerah di Sumatera Barat, namun ada juga yang berasal dari Riau dan Jambi. Kami Berbicara banyak tentang Alam. Rupanya diantara mereka ada juga yang sudah Pernah mengunjungi Alam Kabupaten DHARMASRAYA. Yang katanya Dharmasraya juga memiliki Destinasi wisata nan eksotis yang tak kalah Keren dari tempat--tempat lainnya. Dan ini lah Destinasi wisata yang pernah mereka Kunjungi di Dharmasraya.:
Air Terjun Sei Batang Asam Jujuhan
1). Air Terjun SUNGAI BATANG Terletak di ASAM JUJUHAN.
2). Air Terjun LUBUK LABU di SEMBILAN KOTO
3). GOA CINDUAH MATO di TIMPE
4). Ngalau SUKO dan NGALAU CIGAK di PULAU PUNJUNG.
Goa Cinduah Mato TIMPE
Mereka pun Berkata, Kapan kita kesana lagi, Tempat yang Keren seperti terdapat di Alam Dharmasraya, Tidak boleh Luput dari Kaca Mata pecinta Alam, khusus nya yang suka Berpetualang, kata mereka dengan nada mengajak untuk menikmati Keindahan Alam Ranah Cati Nan Tigo ini. Sambil senyum ramah, aku Hanya menyahut dengan Bahasa Khas Anak Alam "KAPAN KITA KEMANA"
Sabtu, 29 Desember 2018
AKU HANYA INSAN MISKIN
(Oleh : Raffy Nusantara)
Teman hanya Diri mu...
Teman hanya Suara mu...
Yang dapat jadi kawan dalam hidup ku...
Tanpa adanya Diri mu.....
Bayangan mu pun jadi....
Mengapa aku harus mencintai....
Sedangkan aku tak dapat memberikan apa--apa pada mu....
Bahkan harus meminta pada mu....
Aku hanya lah orang yang tak Punya...
Aku hanya lah Insan malang nan Miskin..
Aku malu, Aku Hina, Aku tak bisa Apa--apa...
Tapi apalah Daya ku....
Aku hanya Insan Miskin yang tak Punya...
Tapi aku tau.... Kau pun tak mau Tau....
Seharusnya tak aku lakukan ini semua...
Dan aku pun merasa, apa yang mesti aku rasa....
Atas apa yang pernah kau Ucapkan pada ku....
Aku mencintai mu dengan segenap ketulusan Hati ku....
Bukan hanya kata kiasan saja...
Namun ingatlah satu hal...
AKU HANYA INSAN MISKIN....
YANG TAK TAU APA--APA....
Teman hanya Diri mu...
Teman hanya Suara mu...
Yang dapat jadi kawan dalam hidup ku...
Tanpa adanya Diri mu.....
Bayangan mu pun jadi....
Mengapa aku harus mencintai....
Sedangkan aku tak dapat memberikan apa--apa pada mu....
Bahkan harus meminta pada mu....
Aku hanya lah orang yang tak Punya...
Aku hanya lah Insan malang nan Miskin..
Aku malu, Aku Hina, Aku tak bisa Apa--apa...
Tapi apalah Daya ku....
Aku hanya Insan Miskin yang tak Punya...
Tapi aku tau.... Kau pun tak mau Tau....
Seharusnya tak aku lakukan ini semua...
Dan aku pun merasa, apa yang mesti aku rasa....
Atas apa yang pernah kau Ucapkan pada ku....
Aku mencintai mu dengan segenap ketulusan Hati ku....
Bukan hanya kata kiasan saja...
Namun ingatlah satu hal...
AKU HANYA INSAN MISKIN....
YANG TAK TAU APA--APA....
Kamis, 27 Desember 2018
DHARMASRAYA DAN OBJEK WISATA
Kalau lah Sanak Pai Karawah
Dayuang lah Sepeda pakai Kopiah
Kalau lah Sanak ka Dharmasraya
Datang Bakunjung lah ka Objek Wisata
DHARMASRAYA--Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Barat.(wikipedia).
Pada kawasan ini dahulunya pernah berdiri sebuah Kerajaan Melayu dengan Ibu kota Pulau Punjung.
Nama kabupaten Dharmasraya diambil dari manuskrip yang terdapat pada Prasasti Padang Roco, di mana pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya
sebagai ibukota dari kerajaan Melayu. Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya pada abad 13-14.
Dimana Daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung Malaya hingga Sumatera.
Hal ini dapat dibuktikan dari Prasasti Grahi di Chaiya, selatan Thailand serta catatan dalam naskah Cina yang berjudul Zhufan Zhi. karya Zhao Rugua tahun 1225.
Kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003 ini, Pemekaran dari Kabupaten Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo.
Dengan Luas 2.961,13 km2.
Dan Pembagian Administratif, 11 Kecamatan, 52 Nagari/Kelurahan.
Dengan Luas 2.961,13 km2.
Dan Pembagian Administratif, 11 Kecamatan, 52 Nagari/Kelurahan.
Secara geografis kabupaten Dharmasraya terletak pada posisi, 00 47'7" LS -- 141' 56", Lintang Selatan (LS) dan, 1019' 21",BT -- 1010 54' 27",Bujur Timur (BT).
Kabupaten Dharmasraya dilalui oleh jalur lalu lintas Sumatera dan berbatasan dengan:
1). Sebelah Utara dengan Kab. Sawahlunto/Sijunjung dan kab. Kuantan Singingi Propinsi Riau
Kabupaten Dharmasraya dilalui oleh jalur lalu lintas Sumatera dan berbatasan dengan:
1). Sebelah Utara dengan Kab. Sawahlunto/Sijunjung dan kab. Kuantan Singingi Propinsi Riau
2). Sebelah Selatan dengan Kab. Bungo dan Kab. Kerinci Provinsi Jambi
3). Sebelah Timur dengan Kab. Tebo dan Bungo Propinsi Jambi
4). Sebelah Barat dengan Kab. Solok dan Solok Selatan.
Suhu berkisar antara 210 C -- 330 C dengan rata-rata hari hujan 14,35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan.
Kondisi Topografi Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara Berbukit, Bergelombang dan Datar dengan Variasi Ketinggian dari 98,3 M sampai 1.525 M dari permukaan Laut.
Kondisi Topografi Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara Berbukit, Bergelombang dan Datar dengan Variasi Ketinggian dari 98,3 M sampai 1.525 M dari permukaan Laut.
Kabupaten Dharmasraya sendiri mempunyai struktur penduduk yang sangat heterogen dengan beraneka ragam suku bangsa, diantaranya ada Suku Minang kabau, Jawa, Sunda, Batak dan sebagian kecil dari suku lain-lainnya.
Wilayah Kabupaten Dharmasraya sebagian digunakan sebagai lahan untuk Transmigrasi maka sebagian besar wilayah Ranah Cati nan Tigo ini adalah pertanian dan perkebunan, Seperti: Karet, Kelapa sawit, kakao, dan Palawija.
Disisi lain Dharmasraya juga memiliki Hasil alam seperti Batu bara, dsb.
Kabupaten Dharmasraya yang dijuluki sebagai DAERAH PETRO DOLLAR tersebut memiliki cukup banyak Objek wisata seperti:
1). Prasasti Padang Roco
2). Situs Candi Pulau Sawah
3). Rumah Gadang Siguntur
4). Rumah Gadang Pulau Punjung
5). Rumah Gadang Padang Laweh
6). Rumah Gadang Koto Salak
7). Kerajaan Batu Kangkung
2). Situs Candi Pulau Sawah
3). Rumah Gadang Siguntur
4). Rumah Gadang Pulau Punjung
5). Rumah Gadang Padang Laweh
6). Rumah Gadang Koto Salak
7). Kerajaan Batu Kangkung
Namun tak cukup sampai disitu saja,
Pesona Alam Dharmasraya nan tampak bak seperti Sorga dunia yang tersembunyi, yang belum terexplore dengan baik kekalangan Luas.
SEPERTI : Air Terjun Sungai Batang, Air Terjun Suil (ASAM JUJUHAN), Air Terjun LUBUK LABU, Air Siraho (SEMBILAN KOTO), Air Terjun Sei Kamang, Goa Cinduah Mato (TIMPE), Ngalau Cigak (KAMPUNG SURAU), Ngalau Suko (LUBUK BULANG), dan masih banyak lagi yang lainnya membuat Hati berdecak Kagum.
Apabila dikelola dengan baik atau Memanfaatkan Potensi Alam dan Peluang Pariwisata sebagai salah satu Penyumbang dan Penerima Retribusi Daerah pada Khususnya dan Pendapatan(Income) Asli Daerah(PAD) pada Umumnya. (Wikipedia dan Berbagai Sumber/Raffy Nusantara).
Pesona Alam Dharmasraya nan tampak bak seperti Sorga dunia yang tersembunyi, yang belum terexplore dengan baik kekalangan Luas.
SEPERTI : Air Terjun Sungai Batang, Air Terjun Suil (ASAM JUJUHAN), Air Terjun LUBUK LABU, Air Siraho (SEMBILAN KOTO), Air Terjun Sei Kamang, Goa Cinduah Mato (TIMPE), Ngalau Cigak (KAMPUNG SURAU), Ngalau Suko (LUBUK BULANG), dan masih banyak lagi yang lainnya membuat Hati berdecak Kagum.
Apabila dikelola dengan baik atau Memanfaatkan Potensi Alam dan Peluang Pariwisata sebagai salah satu Penyumbang dan Penerima Retribusi Daerah pada Khususnya dan Pendapatan(Income) Asli Daerah(PAD) pada Umumnya. (Wikipedia dan Berbagai Sumber/Raffy Nusantara).
Langganan:
Postingan (Atom)
Cinta Asungan
Cerpen Remaja : CINTA ASUNGAN
Siang itu cuaca cukup terik menyinari bumi, Dalam ruangan kelas yang hening, hanya suara ibu guru yang terdengar menerangkan ...
-
Jembatan Gantung Panjang membentang di atas Permukaan Sungai Batang Siat menjadi salah satu Objek Wisata Baru yang sangat Populer dan Vira...
-
Dodi seorang cowok miskin, penuh akan kekurangan. Dalam pikirannya terus membayangkan tentang kesulitan hidupnya sehari--hari. Sulit ia ce...
-
"Raffy Nusantara " Selat Sunda yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, di Terjang Tsunami Pada Tangga...
-
Hari itu, hari pertama kali masuk sekolah setelah libur panjang kenaikan kelas. Pagi itu Enggi tak ikut upacara bendera yang selalu ruti...
-
Prosesi Naik Mahligai Nini Mamak beserta Alim Ulama di Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak Kabupaten Dharmasraya...
-
Kalau lah Sanak Pai Karawah Dayuang lah Sepeda pakai Kopiah Kalau lah Sanak ka Dharmasraya Datang Bakunjung lah ka Objek Wisata ...
-
Tugu Ayam Aro Suka SOLOK Hunting Tempat Wisata di SOLOK dan DHARMASRAYA Melakukan kegiatan di alam bebas, Ber...
-
SELAMATKAN REMAJA DARI PERBUATAN MAKSIAT Orang-orang di kota Besar seperti Jakarta, Boleh saja berbangga dengan banyaknya tempat hiburan ...
-
Tradisi Arak Bako merupakan rangkaian acara penting dalam prosesi pernikahan adat dan kebudayaan di Nagari Padukuan tetap lestari di ranah ...












